Selasa, 14 Desember 2010

Sejarah Singkat FASA

Perkenalkan, nama saya Wahyu Hidayat, ketua Forum Anak Sastra Ampah (FASA). Sebuah perkumpulan anak-anak remaja yang saya harapkan akan bisa bermanfaat bagi masyarakat Indonesia pada umumnya dan masyarakat kota Ampah pada khususnya dengan cara menelurkan karya sastra.
Forum Anak Sastra Ampah (FASA) berasal dari ide saya untuk mendirikan sebuah organisasi yang beranggotakan pecinta sastra. Tujuan pertama saya mendirikannya adalah untuk mencari teman untuk diskusi masalah sastra dan untuk menimba ilmu.
Anda pasti bertanya-tanya, bagaimana proses berdirinya FASA ini. Baiklah, akan saya ungkapkan semuanya di sini. Semua berawal dari pagi sabtu tanggal 31 oktober 2010, pada waktu itu saya sedang menulis sebuah novel, dan tiba-tiba tidak memiliki ide lagi alias blank. Saya langsung bergumam dalam hati,
“andai saja aku memiliki teman penulis di sini, seperti yang ku miliki waktu aktif di organisasi Pelajar Islam Indonesia (PII) dahulu. Pasti aku gak akan seperti ini, karena di sana ada Zayed, July, Bayu, Amin dan Wawan yang akan selalu siap menjadi teman diskusi yang baik dan selalu bisa memberikan saran yang matang, yang siap langsung diolah menjadi sebuah tulisan.”
Saya akui, selama tinggal di sini, di Kota Ampah. Saya sangat kehilangan mereka, karena banyak pengalaman-pengalaman yang saya dapatkan ketika masih bersama-sama mereka. Bisa dikatakan susah senang selalu bersama. Saya selalu merindukan mereka, tetapi saya sadar membuat mereka ada di sini adalah sesuatu yang mustahil. Karena mereka memiliki kesibukan masing-masing yang tidak mungkin mereka tinggal. Ya, karena Zayed sedang kuliah di Fakultas kedokteran UNLAM, Banjarbaru. July sedang kuliah di Sekolah Tinggi Administrasi Negara (STAN), Tangerang. Bayu sedang kuliah di Universitas Brawijaya, Malang, yang saya gak tau dia kuliah di jurusan apa. Wawan sedang sibuk menjadi Dosen Muda di STIA, Amuntai. Sedangkan Amin tak jelas rimbanya, dimana dia tinggal, di mana dia melanjutkan sekolah, saya gak pernah diberi tahu.
Saya banyak belajar dari mereka, mereka adalah orang-orang paling hebat yang pernah saya temui, dan saya yakin mereka akan menjadi orang yang sukses kelak. Dan di sini saya mengnginkan mereka, semuanya bahkan. Karena mereka memiliki gaya khas masing-masing. Zayed dengan cerpennya yang khas dengan perpaduan sains dan islam, dan dengan pesan yang keras dan menggigit pembacanya karena disampaikannya dangan sangat gamblang. July dengan cerpennya yang sering menyinggung masalah sosial, pesannya santai tetapi lugas. Pembaca gak akan sadar kalau dia sedang diceramahi melalui cerpen, tapi pesannya dapat tersampaikan dengan baik dan senantiasa melekat di hati pembacanya. Bayu, teman yang sangat saya kagumi karyanya, dia selalu tertarik dengan isu lingkungan dan sosial. Cerpennya mengalir dangan santai, tapi dengan seketika akan menyihir dan meneggelamkan pembacanya ke dalam alam fiksinya. Pesan moralnya disampaikan dengan santai mengalir sepanjang alur cerpennya. Wawan, seorang dosen muda, he he ( menyanjung dikit khan gak apa-apa) karyanya selalu digandrungi wanita muda. Karena selalu bercerita masalah cinta, tetapi tetap dibalut oleh norma-norma islam. Saya akui, cerpen-cerpennya sangat romantis dengan gaya penyampaian yang khas ala wawan. Yang terakhir adalah Amin, orang yang memulai semuanya. Semua pelajar Amuntai kenal dengan gaya khas Amin, kocak itulah kata pertama yang keluar dari saya, penyampaiannya dengan membuat cerita lucu tapi penuh dengan pesan moral selalu melekat dibenak para pembacanya, perpaduan yang sangat mengagumkan. Saya selalu merasa kerdil ketika bersama mereka, mereka orang-orang yang hebat, sedangkan saya bukan siapa-siapa. Dan terima kasih kepada mereka, karena saya banyak belajar menulis dari mereka. Secara tidak langsung sebenarnya mereka yang mendirikan Forum Anak Sastra Ampah (FASA) ini. Karena dari semangat merekalah saya berani melakukan semua ini.
Jadi, yang saya inginkan dari forum ini adalah terciptanya zayed, july, bayu, wawan dan amin yang baru, maksudnya orang yang bisa menjadi teman diskusi saya layaknya mereka dahulu. Karena saya berpikir, ketika saya tidak bisa membuat mereka berada di sini, mengapa tidak saya ciptakan saja suasana yang membuat seolah-olah mereka ada di sini, dengan mencari bibit penulis seperti mereka. walaupun sebenarnya mereka takkan tergantikan. Karena mereka telah memiliki tempatnya masing-masing di hati saya.
Forum Anak Sastra Ampah (FASA), dari namanya saja telah diketahui apa gambaran dari perkumpulan ini. Saya memimpikan lewat perkumpulan ini akan tercipta penulis yang handal, yang karyanya banyak dibaca orang di seluruh dunia. Tidak mudah untuk mencapai itu semua, oleh Karena itu saya membuat sebuah langkah awal dengan mencari siswa-siswi yang berminat dalam bidang sastra. Target pertama saya adalah Madrasah Aliyah (MA) Ampah, hal pertama yang saya lakukan adalah menemui kepala sekolahnya dan langsung mendapat sambutan yang hangat. Jujur sebelum itu, ketika saya masih di rumah, saya sangat merasa gugup dan ragu, takut tidak ada dukungan dari pihak sekolah. Sempat terjadi gejolak di hati saya, apakah lanjut atau batal. Tetapi saya mendengar bisikan hati saya yang berkata, “ ini adalah langkah awal dari sebuah perubahan besar wahyu, angkat kakimu dan melangkahlah ! maka semua akan menjadi lebih mudah”. Merasa mendapat dukungan, saya pun melanjutkan rencana saya dan semua berjalan dengan mudah dan lancar, Seperti yang dijanjikan oleh hati saya. Tetapi pada waktu itu saya masih belum bertemu dengan guru bahasa Indonesia yang memiliki wewenang dalam masalah ini. Melihat yang terjadi waktu itu, saya menjadi sangat yakin langkah pertama saya akan berhasil dan terbukti beberapa hari kemudian setelah saya bertemu dengan bapak Hariyadi, guru bahasa Indonesia MA Ampah. Setelah mendengar penjelasan tentang tujuan saya mendirikan FASA, beliau sangat memberi dukungan dan langkah awal saya pun berhasil dengan daftar siswa yang berminat lumayan banyak. Sungguh di luar dugaan, walaupun pada awalnya saya hanya mengharapkan beberapa orang saja, tetapi yang benar-benar berminat dibidang tulis-menulis sastra.
Setiap organisasi pasti memiliki target masing-masing. Begitu juga FASA dan target pertama FASA yang harus terealisasi adalah membuat blog yang memuat karya-karya para anggota FASA sebagai publikasi pada khalayak umum dam membuat bulletin 2 mingguan yang memuat 2 buah cerpen dan 2 puisi yang akan dibagikan di sekolah-sekolah kota Ampah, dengan nama Bulletin Anak Sastra Ampah (BASA).
Pada akhir bagian ini, saya minta doa dan dukungan kepada teman-teman semua. Semoga apa yang saya impikan terhadap FASA bisa terwujud kelak, walaupun saya yakin semuanya tidak mudah dan harus melalui proses yang panjang. Saya akan memperjuangkan semuanya dengan apa yangh bisa saya lakukan.
Terima kasih kepada bapak Kepala Sekolah MA Ampah yang telah menerima saya dengan baik. Terima kasih kepada bapak Hariyadi sebagai guru Bahasa Indonesia yang telah membantu saya dalam perekrutan anggota. Terima kasih kepada semua, yang telah mendukung saya untuk mendirikan FASA ini. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih pada semuanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar